Gubernur NTT: Fokus Masalah Kemanusiaan

Kompas.com - 01/08/2008, 10:54 WIB

KUPANG, JUMAT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya minta seluruh instansi pemerintah di jajaran Pemda NTT agar fokus pada masalah kemanusiaan yang sering terjadi setiap tahun pada bulan September dan Oktober seperti gizi buruk, busung lapar, rawan pangan dan kekeringan.

"Dua pelayanan dasar yang tidak boleh diabaikan yakni kesehatan dan pendidikan. Setiap hari ada ribuan warga mendatangi rumah sakit, dan Puskesmas. Ribuan anak sekolah dan orangtua mendatangi sekolah sekolah. Mereka harus dilayani secara lebih baik," kata Lebu Raya.

Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi dengan para aparatur pemerintah, pimpinan dinas-dinas dan badan se-NTT di Kupang, Jumat (1/8). Pertemuan pertama ini untuk menyampaikan dan mengajak para pimpinan instansi di lingkungan Pemda NTT agar melakukan reformasi diri dan reformasi pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu Wakil Gubernur Esthon Foenay mengatakan, jenis jenis pangan lokal seperti singkong, kacang dan jagung harus tetap dibudidayakan sebagai pangan unggulan lokal. Tanggal 20 Agustus 2008 Gubernur Gorontalo bersama rombogan akan datang ke Kupang, membahas kerjasama dengan Pemda NTT untuk mengembangkan jagung di daerah NTT.

Ke depan, jagung menjadi prioritas pengembangan pangan lokal secara rutin setiap musim tanam tiba. Produksi jagung saat ini berkisar antara 300.000 -400.000 ton per tahun, dan mendapat urutan ketiga nasional setelah Gorontalo dan Lampung. Ke depan, NTT harus menempati posisi pertama penghasil jagung tingkat nasional. "Selain jagung pangan lokal lain yang perlu dikembangkan yakni kacang kacangan, singkng dan seterusnya, sesuai kearifan lokal,"kata Esthon. (KOR)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau