KUPANG, JUMAT-Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Frans Lebu Raya minta seluruh instansi pemerintah di jajaran Pemda NTT agar fokus pada masalah kemanusiaan yang sering terjadi setiap tahun pada bulan September dan Oktober seperti gizi buruk, busung lapar, rawan pangan dan kekeringan.
"Dua pelayanan dasar yang tidak boleh diabaikan yakni kesehatan dan pendidikan. Setiap hari ada ribuan warga mendatangi rumah sakit, dan Puskesmas. Ribuan anak sekolah dan orangtua mendatangi sekolah sekolah. Mereka harus dilayani secara lebih baik," kata Lebu Raya.
Pernyataan itu disampaikan dalam rapat koordinasi dengan para aparatur pemerintah, pimpinan dinas-dinas dan badan se-NTT di Kupang, Jumat (1/8). Pertemuan pertama ini untuk menyampaikan dan mengajak para pimpinan instansi di lingkungan Pemda NTT agar melakukan reformasi diri dan reformasi pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu Wakil Gubernur Esthon Foenay mengatakan, jenis jenis pangan lokal seperti singkong, kacang dan jagung harus tetap dibudidayakan sebagai pangan unggulan lokal. Tanggal 20 Agustus 2008 Gubernur Gorontalo bersama rombogan akan datang ke Kupang, membahas kerjasama dengan Pemda NTT untuk mengembangkan jagung di daerah NTT.
Ke depan, jagung menjadi prioritas pengembangan pangan lokal secara rutin setiap musim tanam tiba. Produksi jagung saat ini berkisar antara 300.000 -400.000 ton per tahun, dan mendapat urutan ketiga nasional setelah Gorontalo dan Lampung. Ke depan, NTT harus menempati posisi pertama penghasil jagung tingkat nasional. "Selain jagung pangan lokal lain yang perlu dikembangkan yakni kacang kacangan, singkng dan seterusnya, sesuai kearifan lokal,"kata Esthon. (KOR)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang